BAB 4

 Bab 4 AIJ Konfigurasi Manajemen Bandwidth

Ada beberapa teknik manajemen bandwidth, di antaranya :


1. Manajemen Bandwidth-Shared (Up to)


  Menggunakan kecepatan tetap dengan menerapkan batasan per user berdasarkan prosedur child-queue parent


Langkah-langkah pembagian bandwidth (up to) adalah sbb:


 Lakukan pengaturan master queue parent


 Lakukan set queue user pada child-queue yg diarahkan ke parent "total bandwidth" dengan parameter Limit-at 1 Mbps dan Max-Limit 2 Mbps.(Perhitungannya adalah 2 Mbps/2 user = 1 Mbps, sehingga pada saat kecepatan total bandwidth memenuhi sebesar 2 Mbps user tersebut dapat dipastikan mendapatkan bandwidth sebesar 1 Mbps.


Selanjutnya, buat satu user lagi


2. Manajemen Bandwidth-Traffic Priority


Berdasarkan target-address, maka router hanya melihat dari mana lalu lintas itu berasal. Jadi, kemana pun tujuan traffic (dst sampai bertemu dg alamat lain) ttp akan trkena limitasi. (Misalnya IP LAN 1:192.168.100.0/24 dan IP LAN 2:192.168.11.0/24)


Supaya traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, bisa membuat Simple Queue baru dg mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100 Mbps. Kemudian letakkan rule tsb pada urutan teratas (no.0)


3. Manajemen Bandwidth-Simple Queue


QoS (Quality of Services) atau lebih dikenal dengan manajemn bandwidth merupakan metode yg digunakan utk memenuhi kebutuhan tsb.


Pada RouterOS Mikrotik penerapan QoS bs dilakukan dg fungsi Queue


4. Manajemen Bandwidth-Queue Tree


Cara paling mudah melakukan antrean pada RouterOS adalah menggunakan Simple Queue.

Parameter Target Address adlh IP Address dari client yg akn dilimit, misalnya single IP (192.168.100.2), network IP (192.168.100.0/24), hingga bbrp IP sekaligus (192.168.100.2-192.168.100.13) dengan menekan tombol panah bawah kecil di sebelah kanan kotak isian. Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada paremeter target Upload dan Target Download Max-Limit. Bisa dipilih dgn Drop Down Menu atau ditulis manual dengan satuan bps (bit per second). Dengan pengaturan tsb client dg IP 192.168.100.2 akan mendapatkan kecepatan maksimum upload 256 kbps dan download 512 kbps dalam keadaan apapun selama bandwidth memang tersedia.


5. Manajemen Bandwidth-Delay_pools


Network based bandwidth management adalah mengatur penggunaan bandwidth berbasiskan IP address menggunakan queueing dgn teknik HTB maupun CBQ.


Fitur delay_pools yg disediakan oleh Squid (proxy server) sebagai cara termudah dalam mengelola bandwidth internet pd kantor atau warnet.


Delay_pools merupakan salah satu fasilitas Squid utk membatasi bandwidth yg dikonsumsi client. Delay_pools jg berperan sbagai sebuah opsi guna menspesifikasi jmlah pool yg digunakan utk membatasi jumlah bandwidth dari ACL (Access Control List) tertentu.


Langkah-langkah dalam mengonfigurasikan proxy server utk membatasi bandwidth download atau incoming traffic di Squid adalah sbb :


ACL = Access-list adalah tempat mendeklarasikan daftar akses yg akan diatur. ACL terdiri atas aturan-aturan dan kondisi yg menentukan lalu lintas jaringan dan menentukan proses yang nantinya akan dilewatkan atau tidak.


Delay_pools = Opsi ini utk menspesifikasi berapa jumlah pool yg diguakan untuk membatasi jumlah bandwidth dari ACL. Opsi ini akan dirangkaikan bersama opsi delay_class dan delay_parameters.


Delay_class = Opsi jelas ini digunakan untuk menspesifikasikan masing-masing pool yg telah didefiniskan pada opsi delay_pools. Jenis class yang dispesifikasi berdasarkan IP Address dari ACL sebagai berikut.


a. Delay_parameters = Menwspesifikasikan jumlah transfer rate atau lebih sering disebut bandwidth utk suatu pool


b. Delay_access = Mendefinisikan siapa-siapa ACL yg akan dimasukkan ke pool tertentu untuk mendapatkan "perlambatan" bandwidth.

Komentar

Postingan Populer